Cerita di Balik Pria Tidur di Atas Makam Istri Tiap Malam, Sempat Ronda Malam Sebelum Kubur Korban

  Tidur dimakam istri selama berhari-hari, nasib pria di Indramayu berujung di kantor polisi.

Ada kisah pilu di balik suami tidur di makam istri itu.

tribunnews

Diketahui bahwa pria berinisial M (65) itu diamankan polisi karena ternyata dirinya lah yang membuat istrinya J (65) meninggal dunia.

M kemudian mengubur istrinya di bawah tempat tidur dalam kamar rumahnya.

Peristiwa itu terjadi di Desa Bangodua, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.

M tak mengingat pasti kapan ia menghabisi nyawa istrinya itu.

Ia hanya mengingat bahwa kejadian itu terjadu pada hari Minggu bulan Agustus 2020 sekira pukul 19.00 WIB.

Saat itu M baru saja pulang dari sawah.

Masalah ekonomi menjadi motif M tega menghabisi istrinya.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto.

"Untuk permasalahan yang menyebabkan korban sampai dibunuh itu adalah korban meminta uang untuk belanja sebesar Rp 150 ribu," ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hamzah Badaru saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (8/9/2020).

Kapolres mengatakan jika M dan J sudah menikah sejak tahun 1982.

Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pelaku yang diduga membunuh dan mengubur istrinya di bawah tempat tidur kamar mereka di Desa/Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Sabtu (5/9/2020) malam. (istimewa)

M dan J dikaruniai tiga orang anak.

Hanya saja anak-anaknya telah lama meninggalkan mereka di kampung.

Anak M dan J dikabarkan bekerja di luar kota dan adapula yang bekerja di luar negeri.

"Anaknya jarang jengukin, malah tidak pernah sama sekali jengukin orang tuanya," ungkap Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Hamzah Badaru.

Bisa dikatakan bahwa M dan J tergolong keluarga tidak mampu.

Seperti diwartakan TribunJabar, M bekerja sebagai seorang petani dan satpam di desa.

Sedangkan J seorang ibu rumah tangga.

Menurut keterangan saksi, M dan J memang kerap bertengkar terkait masalah ekonomi.

Termasuk pada malam kejadian. Disebutkan jika saat itu korban juga sempat mengusir tersangka dengan kata-kata menyakitkan.

Tersangka pun kesal hingga melampiaskan dengan menghabisi nyawa istrinya.

M mengaku sangat menyesal atas apa yang telah ia perbuat.

"Waktu itu khilaf, saya tidak ada uang karena ekonomi, dia minta buat beli beras, buat beli telur," ungkap M.]

Selepas menghabisi J, M tak lantas menguburkan korban.

Saat itu, M sempat ronda malam di kampungnya sebelum akhirnya menguburkan istri di bawah tempat tidur kamar.

M sendiri baru pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung menggali lubang untuk menguburkan istrinya di dalam kamar.

Tersangka juga sempat mengukur lubang dengan menggunakan dua batang kayu menyesuaikan tubuh korban.

Setalahnya, M meletakan jenazah korban di dalam lubang itu dan kemudian menutup tubuh korban dengan spanduk bekas.

Selain itu, M juga menutupnya dengan beberapa helai pakaian bekas milik korban.

Kemudian ditutupi pula dengan karung plastik lalu ditimbung dengan tanah dan bongkahan batu bata.

Tersangka pun membuat sebuah papan lalu diletakan sebagai penanda atau nisan makam istrinya.

Di atas makam istrinya, M menutupinya dengan kasur yang ia gunakan untuk tidur.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 44 Ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan atau Pasal 338 KUHP.

Awal mula terungkap kasus

Jenzah J ditemukan pada Sabtu (5/9/2020) kemarin sekira pukul 18.30 WIB.

Awalnya, warga di Desa Bangodua, Kecamatan Bangodua, Indramayu mencium bau tak sedap selama beberapa hari.

Munculnya bau tak sedap itu akhirnya membuat warga penasaran.

Setelah ditelusuri, bau tak sedap itu ternyata berasal dari rumah seorang warga bernisial J (65).

Sementara berdasarkan keterangan warga bahwa J tak terlihat cukup lama.

"Masyarakat juga curiga kenapa istri bapak M ini tidak terlihat sudah lebih dari 40 hari," ujar Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Hamzah Badaru, Minggu (6/9/2020).

AKBP Suhermanto menjelaskan, warga sebelumnya sering bertanya kepada terduga pelaku karena korban lama tidak terlihat.

Suami korban beralasan, istrinya tersebut pergi dari rumah kepada warga.

Warga akhirnya mendatangi kediaman J yang diketahui tinggal bersama suaminya, M (70).

Bersama RT setempat, warga memeriksa kolong ranjang yang terlihat sebuah gundukan.

Mereka menduga bau busuk tersebut berasal dari gundukan itu.

"Kemudian mereka bersama-sama membongkar dan benar saja dari bawah tempat tidur tersebut terlihat kaki sebelah kanan korban," kata AKBP Suhermanto.

Sementara itu seorang saksi, Tarja (48) mengatakan bahwa saat warga mengetuk pintu, M tak kunjung membukakan pintu.

Alhasil, warga berinisiatif masuk ke dalam rumah lewat jendela.

"Pada saat pintu rumah korban diketuk, tidak ada jawaban. Kemudian RT dan lurah inisiatif untuk masuk ke dalam rumah lewat jendela samping kanan rumah korban," ujar salah satu warga sekaligus saksi, Tarja.

Kapolres mengatakan, saat mayat di bawah kasur itu ditemukan warga, suami korban terlihat tengah duduk melamun di kamar tersebut.

"Masyarakat, kepala desa dan RT menemukan bapak M sedang duduk melamun di kamar tersebut," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Cerita di Balik Pria Tidur di Atas Makam Istri Tiap Malam, Sempat Ronda Malam Sebelum Kubur Korban, 

Editor: Ardhi Sanjaya

Belum ada Komentar untuk "Cerita di Balik Pria Tidur di Atas Makam Istri Tiap Malam, Sempat Ronda Malam Sebelum Kubur Korban "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel